Dari bagian kepala korban digambarkan mengalir darah ke tepi jalan. Terdapat sendal di bagian kiri kepalanya dan sendal lainnya di bagian kaki. Sementara handpone merek nokia miliknya tergeletak beberapa senti dari tubuhnya.
Sekitar 1,5 meter dari badan jalan, terdapat dua buah balok sepanjang kurang lebih 50 cm. Terlihat aparat kepolisian mengukur jarak jenazah korban ke taman jalan dan tiang listrik. Di tempat itu juga aparat mengambil sampel tanah yang terlumuri darah. Saat identifikasi itu, jalan poros Betoambari sedikit macet, perhatian warga beralih dan memadati area itu.
Kapolres Baubau, AKBP Daniel Adityajaya SIk, mengatakan dalam identifikasi itu, pihaknya dibeck up reskrim Polda Sultra. "Itu asistensi. Dan polres selalu mendapat beck up Polda," kata Mantan Kapolres Buton ini.
Kapolres Baubau juga mengakui terdapat tanda-tanda kekerasan pada jenazah almarhum Azan Syah Daud. Di antaranya berupa luka di bagian kepala dan leher. "Kasus itu masih tahap penyelidikan dan masih dikembangkan," kata pria dengan dua bunga di pundak ini.
Kapolres menegaskan pihak kepolisian akan sungguh-sungguh mengungkap perkara tersebut. Kapolres juga siap berkoordinasi dengan keluarga maupun masyarakat lainnya yang memiliki keterangan yang bisa mempermudah proses penyelidikan.
Olah TKP itu dipimpin Kapolsek Wolio, AKP Mustafa M. Sedangkan dari Reskrim Polda Sultra yakni AKP Kasmudin.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar